Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Translate this page

Kebanyakan Dipuji Membuat Anak Jadi Tak Percaya Diri?

Orang tua perlu memberikan apresiasi dengan memberinya pujian jika anak bisa melakukan sesuatu yang membanggakan semisal mengukir prestasi tertentu di sekolah. Tapi ingat, jangan berlebihan dalam memberi pujiannya.

Sebuah studi menemukan bahwa memuji anak berlebihan dengan kalimat seperti 'kamu sangat pintar' atau 'kamu sangat berbakat' justru akan merusak kepercayaan dirinya, termasuk mengganggu performanya di sekolah.

Pujian kosong atau semu hanya akan membuat anak tak bahagia karena pada dasarnya mereka merasa tak bisa hidup dengan harapan palsu. Pujian kosong juga sama buruknya dengan kritik yang tak berdasar dan menunjukkan ketidakpedulian orang tua terhadap perasaan dan pemikiran anaknya.

"Memuji itu memang dapat meningkatkan harga diri anak tapi sifatnya hanya sementara dan takkan banyak bermanfaat bagi kepercayaan diri si anak sendiri," kata ketua tim peneliti sekaligus psikolog yang telah mempelajari psikoanalisis selama 25 tahun tersebut, Stephen Grosz.

Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti psikologi dari Columbia University yang dipimpin Grosz meminta 128 pelajar berusia 10-11 tahun untuk menyelesaikan sejumlah soal matematika.

Lalu beberapa partisipan dipuji dengan kalimat: 'Kamu mengerjakannya dengan sangat baik, kamu sangat pintar.' Namun sejumlah partisipan lainnya dipuji dengan kalimat: 'Kamu melakukannya dengan sangat baik, kamu pasti telah berupaya keras untuk menyelesaikannya.'

Setelah itu, kedua kelompok diberi soal yang jauh lebih sulit dari soal matematika pada sesi pertama dan terbukti partisipan yang telah dipuji 'pintar' justru tidak dapat menyelesaikan soal itu sebaik kelompok lainnya. Untuk itu, Grosz menyarankan agar para orang tua dan guru untuk tidak memuji anak secara berlebihan dan memilih mengucapkan selamat dengan menekankan frase seperti 'telah berupaya sekuat tenaga atau berusaha keras'.

Dalam bukunya yang berjudul The Examined Life, Grosz juga memaparkan daripada memuji-muji secara berlebihan, para orang tua diminta untuk membangun kepercayaan diri anak-anaknya secara perlahan-lahan. Caranya, dengarkan saja apa yang anak Anda ingin katakan, tentang hal-hal yang menurut mereka menarik dan apa yang mereka sukai.

Sumber: detik.com