Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Translate this page

Tipe Karyawan Indonesia yang Tak Disukai Perusahaan

Tomohiko-Shiozaki
Sankyu Southeast Asia Holdings. Perusahaan ini berdiri sejak 20 Juni 1974, lebih dari 38 tahun berada di Indonesia dan sekitar 500 karyawannya telah pernah mengecap pendidikan internal di kantor pusatnya di Jepang. tetapi ternyata setelah dikirimkan ke Jepang, tetap saja sering berhenti, pindah kerja ke perusahaan lain.

Tomohiko Shinozaki, President Sankyu Southeast Asia Holdings Pte Ltd yang mengawasi grup Sankyu di tujuh negara, termasuk Indonesia, mengungkapkan, ada pegawainya di Indonesia yang berhenti lalu bekerja di perusahaan customernya. Di sana dia mendukung penggunaan perusahaan Sankyu sebagai perusahaan pengangkutan logistik, jadi ikut tetap mendukung Sankyu.

"Kalau demikian, walau sudah ke luar tetap mendukung perusahaan kami ya tidak apa-apa, seperti ikut mempromosikan kami juga, tetapi kalau sudah ke luar lalu bekerja di perusahaan pesaing kami, wah ini yang repot. Sudah diberikan pendidikan banyak dari kami, lalu ke luar dan kerja di perusahaan pesaing, bagaimana ya?" ungkapnya.

Mencari tenaga kerja di Indonesia diakuinya sangat sulit. Meskipun demikian Shinozaki tetap berniat untuk selalu memberikan pendidikan yang semakin baik kepada semua karyawannya di Indonesia yang berjumlah sekitar 2000 orang saat ini.

"Walau tahu tidak lama dia juga akan ke luar, kita tak boleh putus asa, tak boleh berhenti, itu risiko usaha memang. Jadi tetap saja kita akan berkelanjutan memberikan pendidikan kepada semua karyawan termasuk pengiriman pelatihan ke Jepang ke kantor pusat ini supaya pengetahuan mereka bisa lebih baik lagi mengenai sistem kerja perusahaan mengenai logistik, penyimpanan barang dan sebagainya," jelasnya.

Menurut Shinozaki, saat ini perekonomian Indonesia sangat bagus karena pemerintahan yang stabil, sumber alam yang melimpah, jumlah penduduk yang banyak sekali sekitar 240 juta dan sebagainya. Jumlah perusahaan Jepang juga jauh semakin banyak melakukan investasi di Indonesia saat ini. Maka dia merasa sangat perlu mengembangkan usaha dan tempat untuk logistik dan akan nmembangun gedung bagi tempat penyimpanan barang-barang dengan sistem terbaiknya beserta teknologi penyimpanan dari Jepang.

Tiga gedung akan dibangun dan satu gedung khusus untuk barang-barang berbahaya penuh penanganan khusus misalnya produk kimia dan sebagainya. Kebanyakan customer-nya saat ini 90 persen adalah perusahaan Jepang dan jenis perusahaan yang menggunakan jasa logistis Sankyu kebanyakan terkait kendaraan bermotor, misalnya Denso.

Sampai saat ini, tampaknya tidak ada perusahaan Indonesia yang mengkhususkan dirinya di bidang logistik seperti Sankyu, Dengan perkembangan ekonomi yang jauh semakin pesat, maka perusahaan logistis di Indonesia sangat perlu dan dibutuhkan.

Banyak perusahaan produksi yang meminta bantuan Sankyu untuk logistiknya, untuk penyimpanan produk-produknya. Selama ini Sankyu banyak terlibat berbagai proyek besar di Indonesia, misalnya pengangkutan produk-produk alat berat yang besar dan sebagainya. Namun dengan penghasilan yang turun naik, kurang stabil, Sankyu mengembangkan lokasinya di Indonesia, di tempat yang terluas di antara tujuh negara (Singapura, Malaysia, Thailand, Malaysia, Vietnam, India dan Arab Saudi) lain yang dikelola Sankyu khususnya oleh Shinozaki.

Shinozaki yakin Indonesia akan jauh semakin baik perekonomiannya di masa mendatang sehingga bisnis logistiknya pun juga akan semakin baik di masa mendatang. Bahkan Shinozaki menjanjikan kalau tenaga kerja Indonesia bekerja dengan sangat baik, bukan tidak mungkin nantinya menjadi Wakil Presiden perusahaan di Indonesia dan karyawan Jepang Sankyu yang ada di Indonesia sekitar 29 orang akan berkurang sedikit demi sedikit di Indonesia digantikan tenaga lokal Indonesia. Tetapi Shinozaki juga melihat gaji Indonesia kini semakin tinggi yang berarti akan mengurangi keuntungan perusahaan nantinya.

Sumber: Kompas.com