Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Translate this page

El Dinamita, Juan Manuel Márquez Gegerkan Asia & Meksiko

Juan Manuel Marquez Mendez (Reuters)
Satu pukulan telak di Las Vegas, menghadirkan butterfly effect yang berbeda di dua belahan bumi terpisah, Asia dan Semenanjung Yucatán. Pukulan itu milik Juan Manuel Márquez, petinju Meksiko yang mendarat keras ke wajah Manny Pacquiao, pahlawan Asia, khususnya Filipina.

Pertarungan untuk keempat kalinya antara kedua seteru itu, akhirnya memberikan hasil berbeda. Dari tiga laga sebelumnya, dua laga dimenangkan Pacman dari angka-angka juri. Satunya lagi berbagi hasil draw. Ketidakpuasan Márquez yang terus melecut rematch, akhirnya ditanggapi anggota parlemen Filipina itu.

Kekalahan TKO Pacquiao berbuntut dua perasaan bertolak belakang di Asia Tenggara dan Meksiko. Warga Filipina geger dan syok dengan hujan air mata, sementara rakyat negeri sombrero ‘jejeritan’ kegirangan.

Masyarakat Meksiko, jelas dirundung euforia kebahagiaan. Beberapa dari warga Meksiko mengungkapkan, kemenangan tersebut sebagai bentuk pembuktian bahwa sebenarnya selama tiga pertarungan sebelumnya, Márquez yang superior dan semestinya menang.

Tokoh-tokoh tinju Meksiko juga tak ketinggalan terlibat pengangkatan suara yang bernada pujian,: “Sungguh sebuah Knock-out yang spektakuler dari Márquez terhadap Pacquiao,” ujar Érik Morales.

“Tidak diragukan lagi, kemenangan Marquez itu menjadi salah satu catatan terpenting dalam sejarah tinju Meksiko,” timpal Edison ‘Eddy” Reynoso, pelatih Saúl Álvarez.

Kendati tak semua manusia se-ASEAN mengidolakan Pacquiao, bisa diakui petinju Filipina itu punya dukungan besar dari sederetan negeri yang masih berkembang ini. Ada yang berpendapat harus ada rematch kelima, ada pula yang mengusung revans dari petinju lain, petinju Asia Tenggara lain yang juga punya gelar dunia. Petinju itu adalah Chris “The Dragon” John.

Wacana pertarungan kedua Chris John vs Márquez, muncul lagi setelah tahun 2006 lalu, petinju kebanggaan Indonesia itu menang angka saat keduanya bertarung di Kutai Kartanegara. Namun ada satu ganjalan untuk pertarungan ulang ini. Selain Chris John yang harus naik kelas, sementara Márquez turun, petarung berjuluk El Dinamita itu mulai berpikir gantung sarung tinju. Jika begitu, maka wacana itu tinggal wacana semu.

“Misi saya sudah tuntas dan saya bisa pensiun dengan tenang. Soal itu, akan saya bicarakan dengan keluarga. Saya sudah menjalani 28 tahun karier dalam tinju. Tubuh saya sudah banyak menderita dan saya akan senang untuk menutup karier,” beber Márquez.

“Meski begitu, saya masih akan memikirkannya. Saya tidak mengatakan akan ada pertarungan kelima. Terlepas dari itu, Pacquiao seorang petarung hebat dan dia sudah membuktikannya di tiap pertarungan,” pungkas pemilik 40 kemenangan KO dari 62 laga itu.

Sumber : Okezone.com