Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Translate this page

Asupan Gula Berlebih Ganggu Konsentrasi dan Performa Anak

Ilustrasi pengecekan kadar gula darah
Para orang tua perlu cermat dalam mengamati dampak dari pola makan anak yang mungkin mengandung asupan gula harian berlebihan. Hal ini berdampak pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan secara langsung memengaruhi performa anak dalam beraktivitas sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Dokter Spesialis Anak Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Aman Bhakti Pulungan mengingatkan, asupan gula berlebih bisa menimbulkan penyakit diabetes akibat terganggunya proses metabolisme gula darah dalam tubuh, sehingga kadar gula darah menjadi tinggi.

Maka, dalam pemberian nutrisi harian kepada anak, orang tua perlu memperhatikan jumlah gula yang terkandung dalam asupan anak agar tidak berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan sekaligus kemampuan konsentrasinya untuk belajar dengan baik. Karena pola pemberian asupan pada anak sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Asupan dan nutrisi tertentu juga dapat memberikan efek samping kepada keseimbangan otak anak.

Kendalanya adalah anak-anak cenderung lebih memilih makanan dan minuman yang mengandung gula atau perasa manis buatan daripada makanan dan minuman sehat yang bergizi. Padahal pola konsumsi seperti ini dapat memicu obesitas, diabetes dan karies gigi pada anak, semua gangguan kesehatan yang penyebab utamanya adalah kelebihan asupan gula pada makanan.

Gula yang diperoleh dari karbohidrat memang diperlukan anak sebagai sumber utama energi otak mereka, namun ada hal penting yang perlu diperhatikan yaitu berapa jumlah gula yang dikonsumsi anak. Bila seorang anak mengkonsumsi gula secara berlebihan maka gula darahnya akan melonjak tinggi dan berdampak pada naiknya respon insulin serta mengurangi aktivitas neurotransmitter dalam otak. Hal inilah yang mengakibatkan upaya anak untuk berkonsentrasi menjadi sulit dan terganggu.

Berdasarkan hasil penelitian pada 2011, asupan gula harian, sukrosa, glukosa, fruktrosa dan laktosa memberi kontribusi labih dari 10% terhadap total kalori. Asupan gula terbanyak adalah sukrosa 49,45 gram dan paling dominan berasal dari konsumsi susu. Persentase ini telah melebihi batas ambang yang direkomendasikan oleh WHO.

Jadi, para orang tua diharapkan lebih mengenali jenis gula tambahan berlebih dan mewaspadai Indeks Glikemik (Glycemic Index) dan Beban Glikemik (Glycemic Load) yang tinggi pada kandungan nutrisi anak serta dampaknya. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah.

Sumber :
Beritasatu.com