Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Translate this page

Utamakan Pendidikan Karakter Daripada Kurikulum

Pendidikan karakter! Dua kata ini, sejak 2009 seolah menjadi primadona, khususnya dalam dunia pendidikan. Berbagai diskusi, seminar, ceramah, dan bedah buku dilakukan untuk membahas dua kata tersebut. Maklum, belakangan, marak berbagai peristiwa yang mempertanyakan moral atau karakter bangsa Indonesia.

Pengamat pendidikan nasional, Winarno Surakhmad mengatakan, para pendidik dan instansi yang memperhatikan kualitas pendidikan di DKI Jakarta maupun Indonesia, harus belajar pada Walt Disney.

Pengusaha konglomerat di bidang hiburan dan media terbesar di Amerika Serikat (AS) ini, menurut Winarno, memiliki visi mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan pendidikan melalui dunia hiburan.

"Walt Disney bilang, I would rather entertain than teach. Artinya, dia lebih baik memberikan hiburan dalam dunia pendidikan, daripada harus mengajar secara ketat. Dengan belajar dalam kemasan hiburan, maka pelajar akan lebih menikmati masa-masa pendidikan mereka," kata Winarno, dalam acara seminar dan peluncuran buku Pendidikan Karakter, di Balaikota DKI, Jakarta, Sabtu (24/11).

Menurutnya, selama ini pendidikan di Indonesia, juga di Jakarta, lebih mementingkan kurikulum pelajaran, namun melupakan pendidikan karakter yang sangat penting ditanamkan sejak usia dini bagi anak-anak usia sekolah. Padahal dengan pendidikan karakter, para pelajar akan bertumbuh menjadi seorang pribadi yang berkarakter dan bermoral baik, sehingga dapat menerapkannya di dunia pekerjaan.

"Yang paling penting dalam mendidik anak adalah pendidikan karakter, bukan kurikulum yang penting. Jangan hanya mengatakan perlu mengembangkan otak kiri atau otak kanan, tapi melupakan pendidikan karakternya. Pakai otak saja tidak cukup. Dalam melaksanakan pendidikan karakter, juga jangan diutamakan melalui visi atau kurikulum. Melainkan membina karakter ke-Indonesia-an dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan atau mata pelajaran dalam sekolah" tuturnya.

So, dalam mengembangkan kualitas pendidikan diperlukan adanya pendidikan karakter dan rohani. Pendidikan berbasis karakter sangat penting, karena karakter diawali dari diri sendiri.

Karakter yang dibangun pada diri siswa bukan semata tugas guru, tetapi juga tugas bersama, karena siswa tidak hanya berada di sekolah. Semua stakeholder harus bekerja sama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas, baik karakter maupun ilmu pengetahuan.