Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Translate this page

Coffee for Healthy


Siapa yang tak kenal minuman kopi? Minuman ringan nomor dua setelah air ini, begitu menguasai dunia. Tapi, seperti dua sisi mata uang, selain bermanfaat untuk kesehatan, kopi juga bisa memperburuk keadaan. So, bagaimana cara konsumsi kopi yang benar?

Biji kopi yang biasanya diambil dan diolah menjadi minuman ini, mengandung beberapa senyawa kimia. Yang utama adalah kafein, yaitu kristal putih yang terasa pahit dan berkhasiat sebagai stimulan. Selain itu, ada juga asam klorogenat, asam kafeat, hidroksihidrokuinon, dan lain-lain, yang ikut andil untuk kesehatan.
Kafein diketahui bekerja langsung merangsang sistem saraf pusat di otak. Karena itu, kopi biasanya digunakan untuk menimbulkan kesenangan maupun pengobatan. Biasanya, efek kopi akan terasa dalam kurun waktu kurang dari satu jam setelah meminumnya, dan hilang dalam waktu rata-rata lima jam.
Secangkir kopi bisa memulihkan kesegaran orang yang mengalami kelelahan fisik. Bahkan, seseorang bisa menjadi lebih waspada, siaga, cepat berpikir dan terfokus, serta koordinasi tubuh menjadi lebih baik. Namun, kuat lemahnya efek tersebut ditentukan oleh kondisi umum tiap orang, termasuk ukuran dan toleransi tubuh terhadap efek kafein.
Di satu sisi, kemampuan senyawa dalam kopi untuk mengatasi stres oksidatif menunjukkan hasil positif, yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan sel pada tumor dan kanker.
Namun, di sisi lain, konsumsi kopi secara berlebihan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol di dalam serum, yang berpotensi mengganggu kesehatan jantung, dan insomnia atau komplikasi sistem pembuluh darah jantung.
Sayangnya, bagi pecandu kopi, menghentikan kebiasaan minum kopi malah bisa menyebabkan terjadinya kelemahan otot dan masalah kesehatan lain.
Kopi dan Kanker
Terlepas dari semua itu, sebuah penelitian telah membuktikan khasiat kopi untuk menurunkan risiko gangguan kanker, terutama kanker sel hati, endometrium, dan kolorektal.
Sayangnya, hingga sekarang, belum ada hasil penelitian yang membuktikan kopi mempunyai efek pencegahan terhadap kanker jenis lainnya. Bahkan, pecandu kopi berat berisiko terkena kanker kandung kemih.
Kafeinisme
Tanaman kopi yang termasuk suku Rubiaceae ini mempunyai nama Latin Coffea Arabica. Ada dua jenis kopi yang biasa kita temukan di Indonesia, arabika dan robusta. Kopi arabika rasanya bervariasi dan mengandung senyawa kafein lebih sedikit dibandingkan kopi robusta yang alamiah.
Khasiat kafein yang sudah dikenal sebagai stimulan, menciptakan peluang bagi pengusaha untuk membuat suplemen berkafein dan menjualnya secara bebas. Tak bisa dipungkiri, konsumsi kafein secara berlebihan kemungkinan akan terjadi.
Akibatnya, seseorang akan mengalami ketergantungan pada kafein, atau disebut dengan kafeinisme. Tanda-tandanya, gelisah, sulit tidur, sakit kepala, dan meningkatnya degup jantung. Risiko terjadinya konsumsi dosis tinggi kafein makin besar karena banyaknya produk makanan dan minuman yang mengandung kafein, termasuk teh dan kola.
Tips
Cara efektif untuk memperoleh manfaat ngopi adalah dengan mengonsumsinya secara teratur dalam jumlah yang tidak berlebihan. Minum secangkir kopi yang tidak terlalu kental tiap pagi dan siang hari, membantu mendongkrak kekuatan fisik.
Selain itu, secangkir kopi pada siang hari membantu kita mendapatkan kembali kesegaran yang mulai menurun setelah bekerja dari pagi hingga siang.
Harap selalu diingat, manfaat kopi akan maksimal apabila didukung dengan pola hidup sehat. Gangguan kesehatan dalam bentuk apa pun tetap membuka peluang bagi terjadinya efek merugikan akibat minum kopi. *foto: dok. Nyata
Prof. Dr. Mangestuti Agil, Apt., MS.
Departemen Farmakognosi dan Fitokimia
Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga

Posting Komentar untuk "Coffee for Healthy"