Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Translate this page

Bocah TK Amerika Menuntun Gurunya Menjadi Mualaf

12Ini kisah satu keluarga Muslim di negara USA (Amerika Serikat). Dalam keluarga muslim tersebut setiap hari diadakan kegiatan ta'lim, yaitu dibacakan firman-firman Allah SWT. dan hadits-hadits Rasulullah SAW. untuk mendorong gairah keluarga dalam beramal shaleh. Dan setiap malam, kadang bapak, kadang ibu, membacakan kisah-kisah kehidupan sahabat-sahabat Nabi SAW. Baik itu perkara akhlaq, perjuangan di jalan Allah, semangat menuntut ilmu, dsb.

Dan tentunya dengan izin Allah kisah-kisah kehidupan para sahabat begitu berkesan dalam hati si anak ini. Si anak waktu itu masih duduk di bangku setingkat TK kalau di negara kita.

Suatu hari guru pengajar, yang notabene non muslim bertanya pada semua murid-muridnya, "Apa cita-cita kalian kalau sudah besar nanti?"

Maka setiap murid menjawab sesuai dengan kefahamannya masing-masing.

Anak 1 berkata, "Saya ingin menjadi pilot"
Anak 2 berkata, "Kalau saya ingin jadi dokter"
Anak 3 menyahut, "Aku pingin jadi superman! Kuat dan bisa terbang."

Dan seterusnya hingga tiba pada anak muslim ini.

Dia menjawab, "Aku ingin seperti sahabat!" (sahabat Nabi SAW.--red)

Maka, guru yang bertanya bingung, apa maksudnya kata sahabat, sebuah istilah yang asing. Si guru berfikir, mungkin anak ini belum mendengar atau memahami pertanyaan guru dengan jelas, maka guru mengulangi pertanyaannya lagi.

"Nanti kalau sudah besar ingin jadi apa?"

Si Anak muslim menjawab lagi, "Bu Guru, Saya ingin seperti sahabat."

Si Guru mulai kebingungan dan menanggapi dengan serius problem dari anak ini... maka dengan segera seusai mengajar di kelas si guru menelpon orang tua si anak ini, dan minta izin berkunjung ke rumahnya untuk mendiskusikan perihal tanya jawab tadi di kelas.

Akhirnya si Guru sampai di rumah keluarga anak muslim ini. Maka Guru tersebut dilayani oleh si Ibu anak muslim ini. Si guru menanyakan perihal pertanyaan cita-cita pada muridnya, tapi kok si anak ini menjawabnya dengan istilah "sahabat", dan menanyakannya pada ibu si anak ini.

Sang Ibu dengan hikmah menerangkan maksud dari sahabat, sampai menyampaikan perkara Islam, manfaat Islam, dsb. Maka guru non muslim yang semula terheran-heran jadi terkesan, begitu indahnya kehidupan Islam yang diamalkan para sahabat Nabi SAW. Maka si Guru ini langsung bersyahadat saat itu juga. Allahu Akbar. (myquran)

Sumber : Jurnalhajiumroh.com