Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Translate this page

Bashaer Othman Tercatat Sebagai Walikota Termuda di Dunia

Bashaer Othman sewaktu beusia 16 tahun menjadi walikota Allar, Palestina. Dia telah menerima penghargaan The World Youngest Mayor Award dari World Peace Movement, Kamis (12/9/2012). Basher dilantik menjadi walikota Allar pada 2 Juli 2012 dan menjabat sampai 21 September 2012. Selama dua bulan itu, Basher di supervisi oleh walikota sebenarnya, Sufian Shadid.


Saat masih berusia 16 tahun, Bashaer Othman sudah menjadi walikota termuda di Allar, kota kecil di Tepi Barat utara, Palestina. Ia pun menjadi sensasi berita di berbagai media internasional. Remaja sekaligus anak bungsu dari 5 bersaudara itu mencatatkan rekor sebagai walikota termuda di dunia.

Saat berkunjung ke Indonesia dan dijumpai di kantor Kedutaan Besar Palestina di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, waktu itu, Bashaer masih berstatus sebagai siswa tingkat pertama sekolah menengah khusus perempuan di Allar. Ia tampak sudah matang dan penuh percaya diri ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan terkait peran dan tantangan yang dihadapinya sebagai walikota termuda saat itu.

Bashaer memang menjadi walikota relatif singkat dalam waktu dua bulan saja. Ia mengambil alih sementara jabatan itu dari walikota yang sebenarnya, Sufiyan Shadid. Keberadannya di posisi saat itu adalah bagian dari sebuah proyek parlemen pemuda nasional, yaitu Forum Pemuda Sharek yang  bertujuan untuk melibatkan anak-anak muda pada kerja sehari-hari pemerintah daerah Palestina. Bashaer saat itu yang terpilih melalui sebuah proses seleksi. Shadid pun mendukung langkah tersebut dan menjadi mentor Bashaer selama menjabat walikota itu.

Basheer menegaskan bahwa jabatannya bukan formalitas. Ia punya kewenangan penuh sebagai walikota meskipun masih ada pembatasan teknis bank terkait penggunaan anggaran kota. Ia hanya diizinkan untuk menandatangani anggaran pengeluaran maksimal berjumlah 300 shekel (75 dollar AS). Jika di atas jumlah itu, yang harus membubuhkan tanda tangan adalah Shadid.

Bashaer mengaku jadi jatuh cinta dengan pekerjaan itu dan dia bercita-cita bekerja di bidang politik nantinya.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia saat itu, Fariz N Mehdawi menegaskan, tidak ada istilah terlalu muda untuk menduduki suatu jabatan atau menjalankan suatu peran. Karena walikota Allar yang sesungguhnya yaitu Sufiyan Shadid saat itu pun masih muda, masih berusia 40 tahun. Bashaer lebih muda. Maka mereka para generasi muda perlu diberi kesempatan, dilatih untuk membuat keputusan.